Scan Lokal vs SaaS Cloud: Privasi Kode Anda
Mau scan keamanan kode Anda, ada dua pilihan besar: kirim seluruh repository ke server cloud milik vendor (SaaS), atau jalankan scanner di mesin Anda sendiri (lokal). Keduanya punya trade-off — dan keputusan ini lebih penting dari sekadar preferensi teknis, karena menyangkut siapa yang memegang salinan kode Anda.
Apa yang Terjadi dengan Kode Anda di SaaS Cloud
Pada model SaaS klasik, Anda upload repository (atau mengizinkan akses ke akun git), dan seluruh scan berjalan di infrastruktur vendor. Artinya:
- Salinan kode Anda disimpan di server pihak ketiga, setidaknya selama proses scan.
- Log, cache, dan artefak scan bisa menyisakan jejak kode di berbagai layanan.
- Kode bergerak melewati jaringan — rawan dicegat di titik transit (meski HTTPS membantu).
- Insiden vendor = kode Anda ikut terdampak (breach, subpoena, kebangkrutan).
Ini bukan berarti SaaS cloud selalu buruk — untuk banyak tim, kenyamanan dan kemudahan setup mengalahkan pertimbangan itu. Tapi untuk kode yang belum rilis (pre-production), prototipe klien, atau aplikasi yang memuat logika bisnis bernilai tinggi, risiko ini perlu dihitung dengan jujur.
Scan Lokal: Kode Tidak Pernah Keluar
Model lokal (agent-based) menjalankan seluruh proses scanning di mesin Anda. Yang dikirim ke cloud hanyalah metadata temuan — misalnya: "ada secret di config.py baris 12, rule gitleaks, severity high". Bukan isi baris kodenya.
Keuntungan yang relevan untuk tim produk:
- Kode tetap di tangan Anda — tidak ada salinan di server orang lain, tidak ada jejak di log vendor.
- Kompatibel dengan kebijakan — cocok untuk lingkungan yang melarang kode keluar (regulasi, NDA klien, internal policy).
- Scan bisa offline — untuk jaringan tertutup atau air-gapped.
- Detail report tetap kaya — file:line, evidence, guidance — karena analisis terjadi di tempat kode berada.
Trade-off-nya: Anda perlu mengelola agent di mesin (instalasi, update, Docker untuk sebagian sensor), dan hasilnya bergantung pada resource mesin lokal.
Kapan Memilih Yang Mana
Panduan praktis, bukan dogma:
- Pilih SaaS cloud jika: kode Anda publik (open source) atau tidak sensitif, tim tidak ingin mengelola tooling, dan kenyamanan lebih penting daripada kontrol.
- Pilih scan lokal jika: kode belum rilis, berisi secret/logika bisnis, terikat NDA atau regulasi, atau Anda ingin audit yang bisa diverifikasi tanpa menyerahkan kode.
- Pilih keduanya: scan lokal untuk kedalaman (pre-publish), ditambah scan URL publik untuk aplikasi yang sudah live — dua lapisan yang saling melengkapi.
Yang Perlu Ditanyakan ke Vendor (checklist)
- Apakah kode saya disimpan di server Anda setelah scan selesai? Berapa lama?
- Bagaimana enkripsi saat transit dan saat disimpan?
- Apakah ada opsi scan lokal / on-premise / agent-based?
- Apa yang dikirim ke cloud: kode lengkap atau hanya metadata temuan?
- Bagaimana insiden atau subpoena memengaruhi data saya?
Pendekatan AISG: Lokal untuk Kode, Cloud untuk Governance
AISG dirancang dengan prinsip "kode tidak pernah keluar mesin Anda": agent scan berjalan di komputer Anda, dan yang dikirim ke cloud hanya metadata temuan untuk report, dashboard, dan kuota. Ini memadukan keamanan model lokal dengan kemudahan SaaS — Anda dapat login dari mana pun, melihat report, dan mengelola tim, tanpa menyerahkan kode Anda ke server siapa pun.
Kesimpulan
Privasi kode bukan fitur "nice to have" — ini keputusan arsitektur yang memengaruhi risiko bisnis Anda. Scan lokal memberi kontrol penuh; SaaS cloud memberi kenyamanan. Yang penting: pilih dengan sadar, tanyakan ke vendor apa yang terjadi dengan kode Anda, dan jangan pernah menyerahkan aset paling berharga tanpa tahu jawabannya.